Sabtu, 23 Januari 2010

Imam Khomeini Qs

 Imam Ruhullah Al-Musawi Khomeini adalah sosok dan figur yang menakjubkan dan menyejukkan di akhir abad ke-20.  Di tengah hingar bingarnya dunia politik, dekadensi moral dan ekonomi yang tidak menentu, ia hadir memberi teladan, harapan dan pencerahan kepada seluruh masyarakat dunia, bagaikan telaga di tengah padang pasir yang tandus. Ia adalah bagian sekaligus pemimpin kaum tertindas. Ia adalah pemimpin revolusi etika, moral dan kemanusiaan.

     Apabila Anda bandingkan revolusi Iran dengan revolusi yang pernah terjadi di dunia, maka revolusi Islam Iran bukanlah revolusi parsial  dan lokal yang hanya berbicara kebutuhan perut, tetapi revolusi kemanusiaan, komunal dan mendunia yang mengembalikan harkat martabat manusia kepada nilai-nilai kemanusiaan yang sesungguhnya. Perubahan mendasar yang terjadi di Iran mengubah semua tatanan kehidupan yang ada, menjadi sebuah tatanan yang sebenarnya, manusiawi, rasional dan berakhlak.
     Secara faktual, kaum muslimin  di akhir abad 20 tertindas, terjajah dan terhina. Budaya yang diperagakan oleh masyarakat di negara-negara Islam atau       negara berpenduduk mayoritas muslim adalah budaya musuh mereka. Ekonomi yang dibangun adalah ekonomi  yang mengantarkan mereka kepada kehidupan konsumerisme, hedonisme dan menguntungkan kapitalisme. Hutang negara-negara Islam semakin membengkak  dan pembayarannya dibebankan kepada rakyat.
     Formalisasi semu ajaran Islam terjadi di seluruh lini kehidupan, syiar Islam  nampak meramaikan  acara TV, radio, dan  surat kabar, tetapi tidak membuahkan hasil menuju akhlakul karimah. Syiar Islam diperlihatkan tetapi kemaksiatan dipertontonkan. Islam diorientasikan  kepada kehidupan akhirat, sedang modernisasi, westernisasi dan dekadensi moral dijadikan sebagai model dunia modern.
     Formalisasi Islam palsu yang merugikan kaum muslimin dan mencemarkan kesucian Islam adalah Islam Amerika. Islam yang sebenarnya adalah yang berpijak kepada nilai-nilai al Qur'an yang terimplementasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, demikian salah satu ungkapan Imam Khomeini memulai membangun kesadaran rakyatnya.
     Ada beberapa faktor yang mengantarkan revolusi Islam Iran  mencapai keberhasilannya. Pertama, mentalitas masyarakat Iran yang sejak ratusan tahun terbangun sebagai bangsa yang cerdas dan berani. Nama besar Salman al-Farisi yang terukir indah dalam sejarah Islam merupakan potret sekaligus symbol keberanian dan kecerdasan. Bung Karno ketika hendak memberi nama masjid kampus Institut Teknololgi Bandung (ITB), teringat akan keberanian dan kecerdasan al-Farisi, maka masjid ITB diberi nama Masjid Salman. Dengan harapan semoga mahasiswa yang belajar di ITB dapat meneladani kecerdasan dan keberanian Salman al Farisi. Karena dalam pribadi Salman  terbangun rasa ingin tahu yang sangat tinggi sekaligus pemberani. Dari jarak yang cukup jauh antara Persia dan Jazirah Arab, ia melakukan dua pengembaraan sekaligus, pengembaraan intelektual dan pengembaraan spiritual. Dengan susah payah  dikejarnya cahaya wahyu, sumber kebenaran  walaupun harus rela meninggalkan berbagai fasilitas dan kenikmatan dunia yang dimilikinya. Salman adalah bagian dari ahlul baitku, demikian Nabi Muhammad Saw memposisikan Salman dalam keluarganya. Selain itu, kita akan melihat cermin keberanian dan kecerdasan rakyat Iran dengan nama-nama ilmuan klasik, seperti Muhammad Zakaria al-Razi, Abu Raihan al-Biruni, Ibnu Sina dan berbagai ilmuan yang memberikan sumbangsih besar kepada peradaban dunia dan kemajuan ilmu pengetahuan.
     Contoh sederhana secara langsung dapat kita lihat adalah ketika hari  jum'at terakhir bulan ramadhan, masyarakat dan rakyat Iran dengan semangat yang tinggi dan dilandasi oleh kepercayaan yang mendasar terhadap perjuangan Imam Husein dan kesyahidannya, mereka berjuta-juta turun ke jalan menyuarakan pembebasan rakyat palestina dan negara-negara Islam tertindas. Slogan " Marg Bar Amerika (matilah Amerika) "  kutukan buat Israel, Amerika, dan sekutunya yang telah merusak dan menginjak-injak harga diri manusia dan Islam.
     Faktor kedua yang mengantarkan keberhasilan revolusi Islam Iran adalah doktrin Imamah yang melembaga dalam kehidupan keseharian rakyat Iran. Hadits masyhur yang menjadi pegangan kaum  syiahadalah siapa yang tidak mengenal Imam zamannya, bila meninggal dunia tercatat sebagai mati jahiliah. Selama dalam masa keghaiban Imam Zaman, tapuk pimpinan keagamaan dan politik dipegang oleh seorang faqih yang memenuhi persyaratan. Konsekwensi logis dari keyakinan ini adalah ketaatan yang prima kepada pemimpin menjadi modal utama dalam melakukan sebuah gerakan. Sebab kecerdasan dan  kekuatan yang maksimal tidak akan berpengaruh besar dalam sebuah gerakan, apabila tidak didukung oleh rakyat. Revolusi Iran adalah revolusi rakyat. Hampir 100 % rakyat Iran menghendaki pemerintahan baru. Dan Pemerintahan baru yang dimaksud adalah pemerintahan Islam, yakni Republik Islam Iran.
     Konsep imamah mengikat setiap rakyat dengan kesadaran keagamaan dan landasan teologis yang kuat untuk mentaati pemimpin mereka. Menurut hemat penulis sulit dicari persamaannya di semua Negara Islam di dunia ini. Ma'rifatul al Imam dalam konsep Syiah adalah rukun iman yang harus diyakini dan diamalkan. Berbagai upaya pengrusakan yang dilakukan musuh Islam sejak masa revolusi sampai sekarang, bukan kecil di negeri ini. Kekuatan Amerika dan Israel dengan antek-anteknya dilakukan dengan modal yang tidak sedikit, tetapi selalu gagal. Jawabannya sederhana imamah. Ketaatan yang dilandasi kesadaran keimamahan sangat berbeda dengan ketaatan yang dilandasi konsep kebangsaan, persaudaraan dan persamaah hak. Pada bentuk kedua ini tidak ada yang mengikat kecuali keuntungan duniawi semata. Sedangkan ketaatan yang berlandaskan kesadaran teologis mempunyai dua keuntungan  sekaligus, dunia dan akhirat. Di Negara-negara lain kesatuan dan persatuan diikat oleh persamaan budaya, bahasa dan teritorial, sedangkan di Iran persatuan dan persatuan diikat oleh bingkai keimanan.
     Faktor ketiga yang mengantarkan kemenangan revolusi Islam Iran adalah Imam dan pemimpin yang berkualitas di tinjau dari berbagai aspek. Imam Khomeinii adalah pemimpin yang lengkap dan komplit. Ia serorang ulama yang menguasai seluruh ilmu pengetahuai keagamaan secara sempurna. Imam telah menyusun Negara pada tataran konsep dan mewujudkannya di alam realitas. Keahliannya dalam penguasaan bidang ilmu tidak dapat diragukan, kelihaiannya dalam dunia menulis telah dibuktikannya dengan ratusan karangan dari berbagai disiplin ilmu. Ia ulama yang sebenarnya. Kesalehan individual dan kesalehan sosial  pribadi Imam Khomeini tergambar dalam hidup kesehariannya. Iman, ilmu dan amal melekat dalam diri imam Khomeinii. Amal dan  perjuangan sekaligus keberhasilannya dapat dilihat secara gamblang di Iran, dengan revolusi Islam sebagai modelnya. Model lain yang ia bangun adalah gerakan Hizbullah di Lebanon. Gerakan yang bermula hanya beberapa orang, atas dukungan penuh Imam Khomeinii meluas menjadi sebagai gerakan komunal yang solid. Sebagaimana halnya Iran, gerakan hizbullah merupakan symbol perjuangan umat Islam Internasional. Kelicikan Israel tumbang ditangan Hizbullah Lebanon. Tanah dan daerah yang dikuasai Israel kini kembali menjadi milik umat Islam.
     Ia adalah pribadi yang matang, tidak merasa tinggi di saat memegang kekuasaan dan tidak merasa rendah ketika diasingkan. Baginya hidup di penjara atau di rumah tidak berbeda. Kecintaannya dalam beribadah telah mencapai puncaknya. Gambaran kecil saat Imam terbaring di rumah sakit menjelang perjumpaannya dengan Kekasihnya.
     Ia bukan hanya seorang ulama dalam bidang irfan tetapi semua gerakan, ucapan dan diamnya merupakan refleksi irfan itu sendiri. Ia ulama dan pemimpin yang sangat dicintai rakyatnya. Saat meninggal dunia, semua rakyat Iran dan berjuta-juta kaum muslimin di belahan dunia berduka. Tidak kurang 9 juta rakyat mengantarkan Imam mereka ke tempat peristirahatan terakhir. Peristiwa ini tidak pernah terjadi terhadap tokoh dunia lainnya, Subhanallah, maha suci Allah yang telah menciptakan Imam Khomeini dan memanggilnya kembali.
Antologi Karya Imam Khomeini
     Imam Khomeini meninggalkan puluhan kitab dan karya-karya yang berharga dalam kajian-kajian Akhlak dan `Irfan, Fiqh dan Usul, Filsafat, Politik dan Sosiologi. Tapi sayangnya sebagian besar darinya hilang begitu saja. Bahkan beberapa Risâlahnya dan karya tulisnya yang berharga hilang saat ia berpindah dari rumah kontrakannya dan saat penggerebekan berulang kali yang dilakukan oleh Anggota Savak di rumahnya dan perpustakaan pribadinya.
     Imam Khomeini memiliki tulisan tangan yang baik, dan dalam berbagai karyanya  mengikuti metode kaidah-kaidah klasik, dan  sistematis dalam menulis dan tidak bertele-tele. Sesungguhnya gaya prosa yang ia lontarkan dan kemampuan menggunakan diksi yang luar biasa yang hal ini tampak dalam berbagai pernyataan dan pidato politik dan keagamaannya menciptakan perubahan dalam sastra agama dan politik di Iran. Sehingga hari ini, berbagai kata dan kalimat yang menjadi "ciri khas Imam" begitu populer dan sering dipakai dalam buku-buku sastra Persia, bahkan dalam pembicaraan sehari-hari masyarakat umum Iran. Dan perlu disebutkan bahwa sebagian karya tulis Imam—sesuai dengan tema khususnya seperti FiqhUsul dan `Irfan—ditulis dalam bahasa Arab, sebagaimana sebagiannya ditulis dengan bahasa Persia.
     Di samping berbagai tulisan ilmiah, Imam Khomeini juga mempunyai berbagai Risâlah ilmiah untuk sebagai cendekiawan yang terhitung sebagai karya yang jarang  imam menuliskannya kembali dengan tulisan tangan yang indah.
     Sebagian karya Imam Khomeini ditulis dengan metode yang khusus dan unik dimana untuk memahami kandungan dan tema-temanya perlu merujuk dan meminta bantuan  penjelasan para pakar di bidang ilmu itu. Dan sebagiannya lagi ditulis dengan sederhana. Dan berbagai kitab yang dicetak kembali oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini (Yayasan Penjaga dan Penyebar Peninggalan Imam Khomeini) akhir-akhir ini memiliki keistimewaan yang banyak, di antaranya: adanya pengantar, berbagai catatan kaki, daftar isi kitab yang ditambahkan, begitu juga ketelitian dalam cetakan dan keakuratan isinya, dan pelampiran foto kopi naskah aslinya yang ditulis dengan tangan. Dan perlu disebutkan bahwa sebagian peninggalan Imam Khomeini diterbitkan oleh Yayasan ini untuk pertama kalinya, dan sebagian karya Imam yang lain hilang begitu saja.
     Di bawah ini kami perkenalkan beberapa karya tulis Imam Khomeini dengan menyertakan tanggal penulisannya. Tentu untuk memperkenalkan setiap karya tulis  berikut ini memerlukan pembahasan tersendiri, dan hal itu telah banyak dilakukan melalui berbagai makalah dan kitab.
  1-Syarah Doa’ Sahar
      Kitab ini membahas masalah-masalah `Irfan, Filsafat dan Teologi yang tinggi. Imam Khomeini bersandar di dalamnya pada ayat-ayat al–Qur-an dan riwayat-riwayat Ahlul Bait saat menjelaskan doamubahalah yang terkenal dengan Doa’ Sahar. Imam Khomeini menulisnya dalam bahasa Arab pada tahun 1347 H dan kitab ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia oleh Sayid Ahmad al-Fihri dan telah dicetak berulang kali dimana cetakan terakhirnya diterbitkan oleh penerbit Muas-sasah Ithilaat Teheran tahun 1991 dan kitab ini berisi 239 halaman.
  2-Al-Hasyiyah `ala Syarhi al Fawa'id ar-Ridâwiyyah
     Dalam karya `Irfani ini, Imam Khomeini menulis berbagai pendapatnya dalam bentuk tanggapan atas kitab "Syarhi al Fawa'id ar Ridhawiyyah" karya almarhum al Qadhi Sa`id al Qummi. Kitab ini akan diterbitkan dalam waktu dekat oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini.
  3-Syarah Hadits Junud al-‘Aql wa al-Jahl
     Kitab ini merupakan karya yang berharga dalam bidang Akhlak. Kitab setebal 800 halaman ini berisi berbagai pandangan teologis, moral dan mistik Imam Khomeini dengan metode yang jelas. Dengan demikian, ia memberi kesempatan yang luas bagi para pembaca dari berbagai lapisan untuk memanfaatkannya  hal yang serupa terdapat dalam kitab "Syarah Hadits Arba`in Hadis". Kitab ini sekarang masih dalam devisi kajian yang terdapat pada Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini. Muassasah (yayasan) akan segera menerbitkannya setelah selesai merapikan catatan kakinya dan daftar isinya.
  4-Misbâh al-Hidâyah ila al Khilâfah wa al Wilâyah
     Kitab ini terhitung sebagai karya Imam terdalam dan tercemerlang dalam bidang Irfan Islam di masa kita sekarang. Imam Khomeini menyelesaikannya pada tahun 1349 H (1930 M) pada usia dua puluh delapan tahun. Cetakan terakhir kitab ini diterbitkan oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Atsar Imam Khomeini tahun 1993. Kitab ini terdiri dari 315 halaman dan memuat mukadimah terperinci dan pengenalan terhadap Ustadz Jalaluddin Isytiyani.
  5-Al-Hasyiyah `ala Syarhi Fushush al-Hikam
     Kitab Fusus al-Hikam adalah karya monumental Muhyiddin bin Arabi ia termasuk ‘urafa Islam yang besar Kitab itu mempunyai berbagai syarah di antara yang terbaik  adalah Syarah al Qaisari. Imam Khomeini menulisnya tahun 1355 H dalam bentuk komentar (Hasyiyah) dalam bahasa Arab atas syarah Fushus al-Hikam karya Qaishari. Buku ini menunjukkan jangkauan pengetahuannya terhadap pendapat tokoh-tokoh besar `Irfan, seperti Syaikhul Akbar (gelar Ibn ‘Arabi), Qunawi, Mulla Abdur Razaq al-Kasyani, Farghani, `Iraqi, dan al-Qaishari. Kitab ini dicetak bersama Hasyiyah atas kitab Misbah al Unsdalam satu jilid.
  6-Al-Hasyiyah `ala Misbâh al-Uns
      Kitab "Misbâh al Uns bainal Ma`qul wal Masyhud" merupakan syarah yang ditulis oleh Muhammad bin Hamzah bin Muhammad al Ghifari atas kitab "Miftâhul Ghaib", karya Abul Ma`ali Muhammad bin Ishaq al Qunawi (ia termasuk murid Muhyiddin Ibn `Arabi yang menonjol) yang membahas tema 'Irfân teoritis. Imam Khomeini menulis pendapat-pendapat dan kritiknya yang ilmiah atas kitab tersebut dalam bentuk Hasyiyah yang memuat sepertiga kitab. Buku ini ditulis pada tahun 1355 H (1936 M). Dua Hasyiyah (atas dua kitab: Fusus al-Hikam dan Misbahu al-Uns) dicetak dalam satu kitab dengan judul: "Ta`liqât `ala Syarhi Fusus al-Hikam wa Misbahu al-Uns". Kitab setebal 329 halaman yang dicetak oleh Muas-sasah Basdar Islam di Qum tahun 1986.
  7-Syarah `Arba`in Hadits
     `Arba`in Hadits atau Syarah `Arba`in Hadits salah satu peninggalan karya Akhlak dan 'Irfân yang berharga dari Imam Khomeini. Imam menulisnya dalam bahasa Persia tahun 1358 H  kitab ini memuat empat puluh hadis dari hadis para imam yang suci yang terdapat dalam kitab  "Usul al-Kâfi" (tiga puluh empat hadis yang pertama selain hadits kesebelas dalam masalah-masalah Akhlak, dan enam hadis yang terakhir berkaitan dengan masalah-masalah Akidah). Hadits-hadits tersebut dijelaskan dengan cara yang sederhana dan dengan muatan sastra yang persuasif. Cetakan terakhir kitab setebal ini diterbitkan oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini tahun 1993 M.
  8-Sirru as-salah (Salah al `Ârifin wa Mi`râj al Salikin)
     Kitab mistik yang dalam dia menulisnya dalam bahasa Persi. Kitab ini menjelaskan rahasia-rahasia spiritual dan mistik shalat. Imam menyelesaikan penulisannya tahun 1358 H (1942 M). Untuk mengetahui jangkauan pengetahuan Imam Khomeini atas 'Irfân nazari (teoritis) dan sejauhmana Imam melewati makam-makam 'Irfân 'amali (praktis), sebaiknya Anda mengikuti kajian-kajian kitab ini secara mendalam dan kitab-kitab yang telah disebutkan sebelumnya. Cetakan akhir kitab ini diterbitkan oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini tahun 1990 M. Kitab ini memiliki 266 halaman dan memuat pengantar yang ditulis oleh Ayatullah Jawadi Amuli, juga beberapa daftar isi penjelasan dan lampiran foto kopi lengkap dari tulisan tangan Imam.
  9-Adab ash–Salah
     Imam menulis kitab ini tahun 1361 H (1942 M) setelah mengarang kitab Sirru ash Shalah. Pada permulaan kitab ini, ia mengatakan: "Tidak beberapa lama saya telah menyelesaikan kitab.....lantaran kitab tersebut tidak sesuai dengan keadaan kalangan awam, maka saya menetapkan untuk mengarang Risâlah yang lain untuk menjelaskan adaba-adab qalbi (hati) mikraj rohani ini."
     Imam menjelaskan secara terperinci adab-adab shalat dan rahasia-rahasia spiritualnya. Kitab ini berisi tema-tema akhlak dan mistik dan Imam menulisnya dalam bahasa Persia setebal 836 halaman. Cetekan terakhir kitab ini diterbitkan oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini tahun 1993 M.
  10-Risâlah Liqa'ullâh
     Risalah ini merupakan risalah singkat yang ditulis dengan bahasa Persia dan membahas masalah-masalah mistik. Kitab ini diterbitkan oleh Muas-sasah al Faidh al Kasyani tahun 1991 M dalam bentuk lampiran dari "Risâlah Liqa'ullah" yang ditulis oleh Ayatullah al Hajj Mirza Jawad al Maliki.
  11-Al-Hâsyiyah `alal Asfar
     Selama beberapa tahun di Qum, Imam Khomeini mengajar kitab al Asfar al Arba`ah, karya filosof terkenal Shadrul Muta'allihin. Ia memberikan beberapa komentar dalam kajian-kajian ini namun sayangnya sampai sekarang kami belum menemukan buku yang merangkum komentar-komentarnya. Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini berniat untuk mengumpulkan dan menyebarkan pendapat-pendapat pilihan Imam Khomeini terhadap pendapat-pendapat para filosof. Ini mereka lakukan melalui catatan-catatan sebagian murid Imam selama mereka mengikuti pelajaran Filsafat bersamanya.
  12-Kasyful Asrâr
     Buku ini adalah buku politik, teologi, dan sosial. Imam menulisnya pada tahun 1364 M (1994 M). Yakni selang dua tahun dari tersingkirnya Reza Khan dari kursi kekuasaan. Dalam buku ini, ia membantah berbagai tuduhan tak berdasar kaum Wahabi yang menyudutkan agama dan para ulama dalam kitabnya "Asrâr Hizâr Salih". Imam membuktikan dalam kitabnya ini—berdasarkan dokumen sejarah dan melalui pengungkapan dan kritkan terhadap pendapat para filosof Yunani kuno bahwa para filosof Islam dan para filosof Barat kontemporer menegaskan kebenaran Syi`ah dan peran aktif para ulama Islam.
     Kitab setebal 334 halaman ini membahas masalah pemerintahan Islam dan wilâyah al Faqih di zaman ghaibnya Imam Mahdi. Dan kitab ini pun membongkar berbagai politik anti agama yang dipraktekkan oleh Ridha Khan dan mereka yang sejalan dengannya di berbagai negeri Islam saat itu.
  13-Anwâr al-Hidâyah fi at-Ta`liqah `ala al-Kifâyah (dua jilid)
     Kitab ini membahas kajian-kajian rasional dalam ilmu Usul Fiqh. Imam Khomeini menulisnya dengan bahasa Arab dalam bentuk hâsyiyah atas kitab Kifâyatul Usul, karya Ayatullah al Uzhma Akhun al Khurasani. Kitab ini diselesaikan pada tahun 1368 H (1949M). Kitab ini berbeda secara mencolok dengan kitab Manâhij al Usul dan berbagai risalah bebas yang ditulis Imam Khomeini. Di kitab ini-lah, pembaca akan menemukan mazhab Imam dalam bidang Usul Fiqh.  Kitab ini terakhir dicetak pada tahun 1993 M dan untuk pertama kalinya dicetak dalam dua jilid oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini.
  14-Bada'i` ad Durar fi Qa`idati Nafyu Dharâr
     Kitab ini merupakan risalah tahqiq ijtihad yang ditulis oleh Imam Khomeini dengan bahasa Arab. Kitab ini membahas kaidah "La Darar" (tidak membahayakan) yang merupakan kaidah Fiqh yang penting.
     Imam merampungkan kitab ini pada permulaan Jumadil Ula tahun 1368 HS (1950). Risalah ini dicetak berbarengan dengan kumpulan Risâlah ushul Imam dalam satu kumpulan yang berjudul "ar Rasa'il" tahun 1358 HS (1965). Dan pada tahun 1993 , kitab ini dicetak tersendiri oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini dengan disertai berbagai komentar dan daftar isi, namun judulnya dipertahankan.
  15-Risâlah al-Istishâb
     Risalah ini merupakan risalah ijtihad yang terperinci dimana beliau menulisnya dengan bahasa Arab. Kitab ini terhitung sebagai kitab yang penting di bidang ilmu Usul Fiqh. Beliau menyelesaikan penulisannya tahun 1370 H (1951 M). Kitab dengan 290 halaman ini telah diseberluaskan berbarengan dengan kumpulan "ar-Rasa'il" yang telah kami sebutkan pada tahun 1385 H (1965 M). Dan dalam waktu dekat Risâlah ini akan dicetak tersendiri dan direvisi oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini.
  16-Risâlah fi at-Ta`adul wa at-Tarjih
    Risâlahini ditulis tahun 1370 H (1951 M). Ta`adul wa at Tarajih merupakan kajian penyempurna dalam ilmu Ushul Fiqh yang berkisar pada tolok ukur dalam memilih dalil saat adanya kontradiksi dalam berbagai dalil. Risaah ini juga dicetak tahun 1385 H di antara kumpulan "ar Rasa'il" yang telah kami sebutkan.
  17-Risâlah al-Ijtihad wa at-Taqlid
     Ijtihad dan taqlid juga termasuk kajian penyempurna yang penting dalam ilmu Ushul Fiqh. Imam Khomeini telah berargumentasi dalam Risâlah ijtihad ini atas berbagai pendapatnya. Risalah ini ditulis tahun 1370 H dan dicetak bersamaan dengan kumpulan "ar Rasa'il".
  18-Manâhij al-Wushul ila `Ilmi al-Ushul (dua jilid)
     Kitab Ini adalah kitab tahqiq dan ijtihad dalam kajian lafaz-lafalzilmu Ushul Fiqh. Imam menulisnya dalam bahasa Arab setelah tahun 1370 H (1951). Kitab ini diterbitkan dalam bentuk dua jilid untuk pertama kalinya tahun 1993 dengan disertai komentar dan daftar isi serta pengantar yang ditulis oleh Ayatullah Fadhil Lankarani. Dan Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini telah bersedia untuk mencetaknya.
  19-Risâlah fi ath-Talab wa al-Irâdah
     Kitab Ini merupakan kitab Usul, Filsafat dan ‘Irfân. Imam Khomeini menyempurnakan penulisannya dalam  bahasa Arab pada tahun 1371 (1952). Risalah ini dicetak bersamaan dengan terjemahan bahasa Persianya dalam satu kitab yang terdiri dari 157 halaman tahun 1983 oleh Markaz al-Mansyurat al-‘Ilmiyyah wa ats Tsaqafiyyah di Teheran.
  20-Risâlah fi at-Taqiyyah
     Kitab ini merupakan Risâlah Fiqh dan ijtihad yang ditulis oleh Imam dalam bahasa Arab dalam pembahasan "Taqiyyah" pada tahun 1372 H (1953 M). Di dalamnya Imam menjelaskan bahwa filsafat (hikmah) keharusan mempraktekkan Taqiyyah karena untuk menjaga agama, bukan malah menghilangkannya. Risâlah ini dicetak berbarengan dengan kumpulan "ar Rasâ'il" tahun 1385 H di Qum.
  21-Risâlah fi Qâ`idah Man Malak
     Risalah ini merupakan risalah ijtihad dalam kaidah fiqh yang berlabel: Qaidah Man Malak. Dan pengarang kitab Atsar al-Hujjah telah menyebutnya (yang dicetak tahun 1373 H/1954 M).
  22-Risâlah fi Ta`yin al-Fajr fi al-Layâli al Muqmirah
     Risalah ini merupakan risalah fiqh istidâli (argumentatif) untuk menjelaskan cara menentukan terbitnya fajar pada malam bulan purnama (Layâli al-Muqmarah). Risalah ini dicetak tahun 1988 di Qum.
  23-Furu' 'Ilm Ijmâli
             Risalah ini merupakan risalah fiqh yang ditranskripsi dari pembahasan Furu' 'Ilm Ijmâli. Risalah ini mengetengahkan berbagai masalah perihal syak yang terdapat ketika mengerjakan salat. Risalah ini diterbitkan bersamaan dengan risalah-risalah fiqh Imam yang lainnya.
  24-Maudu' 'Ilm Usul
     Risalah ini merupakan risalah pendek yang membahas perspektif Imam ihwal tema ilmu dan tema ilmu usul. Risalah ini diterbitkan bersamaan dengan risalah-risalah fiqh Imam yang lainnya.
  25-Tanzil al-'Ilal at-Tasyri'iyyah 'ala at-Takwiniyah
     Risalah ini merupakan risalah pendek yang membahas dan mengkritisi pandangan Ayatullah Agung Haji Syaikh Abdul Karim Hairi Yazdi. Risalah ini diterbitkan bersamaan dengan risalah-risalah fiqh Imam yang lainnya.
  26-Taqrirât Masâ'il Mustahditsa
     Risalah ini disusun oleh salah seorang murid Imam Khomeini. Risalah ini membahas tentang masalah mustahditsa (kontemporer) yang disampaikan oleh Imam dalam kesempatan yang singkat.  Risalah ini diterbitkan bersamaan dengan risalah-risalah fiqh Imam yang lainnya.
  27-Kitâb at-Tahârah (4 Jilid)
     Kitab ini mencakup pembahasan-pembahasan "thaharah" (perihal bersuci)—ia merupakan salah satu bab Fiqh. Imam menulisnya dalam bahasa Arab antara tahun 1373 dan 1377 H (1954 dan 1958 M) dengan menggunakan metode Fiqh istidâl dan ijtihad. Kitab ini terdiri dari empat jilid, dua jilid darinya dicetak tahun 1367 H di Qum dan dua jilid terakhir dicetak tahun 1389 H di Najaf al Asyraf. Setebal 1202 halaman.
  28-Ta`liqah `alal `Urwatil Wutsqa
     Ini merupakan komentar Imam Khomeini atas berbagai masalah yang terdapat dalam kitab `Urwatul Wutsqa, kitab karya Ayatullah Agung Muhammad Kazim Thaba'thaba'i al-Yazdi yang terkenalImam Khomeini menulisnya tahun 1375 HS (1956). Kitab ini mencakup fatwa-fatwa fiqh Imam dalam berbagai bidang Fiqh. Dan kitab ini dicetak tersendiri dan berbarengan dengan `Urwatul Wutsqa beberapa kali.
  29-Al-Makâsib al-Muharramah
     Kitab ini merupakan kajian ijtihad di bidang fiqh istidâl yang membahas berbagai macam usaha (pendapatan atau profit) yang diharamkan dan berbagai persoalan yang berkaitan dengan masalah ini. Imam Khomeini menulisnya antara tahun 1377-1380 HS (1956 dan 1961) dalam  bahasa Arab, dan dicetak tahun 1381 HS dalam dua jilid. Kitab ini memiliki 612 halaman. Kitab ini memuat kajian yang menarik seputar hukum musik, nyayian, lukisan dan pahatan.
  30-Ta`liqah `ala Wasilah an-Najah
     Hâsyiyah (komentar) yang ditulis oleh Imam Khomeini atas kitab Wasilah an-Najah (Risâlah Amaliah, karya Ayatullah Agung Sayid Abu Hasan al-Isfahani). Risâlah ini memuat fatwa-fatwa fiqh Imam atas berbagai masalah yang terdapat dalam kitab Wasilah an-Najah.
  29-Risâlah Najâtul `Ibâd
     Risalah ini memuat berbagai fatwa Imam Khomeini dalam hukum-hukum fiqh. Imam menulisnya dalam bahasa Persia.  kitab ini terdiri dari tiga jilid dan jilid keduanya dicetak tahun 1380 HS (1961) di Qum.
  30- Al-Hâsyiyah `ala Risâlah al-Irts
     Risalah ini merupakan hâsyiyah yang ditulis oleh Imam Khomeini atas kitab Risâlah al-Irts, karya almarhum al-Hajj Mulla Hasyim al-Khurasani, penulis kitab Muntakhab at-TawârikhRisâlah ini memuat fatwa-fatwa fiqh Imam di bidang hukum-hukum warisan (irts).   Risâlah ini dicetak berbarengan dengan naskah asli ar-Risâlah (dengan bahasa Persia) pada tahun 1961 M di Qum.
  31-Taqrirât Darsi al-Usul li Ayatullâh al-Uzma al-Burujerdi
     Imam Khomeini menulis catatan-catatannya di dalam kitab ini berkaitan dengan pelajaran Ushul yang dihadirinya di samping Ayatullah Burujurdi. Imam menulisnya dalam bahasa Arab. Dan Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini telah menerbitkannya pertama kali.
  32-Taudihul Masâ’il (Risâlah `Amaliah)
     Kitab ini memuat fatwa-fatwa Imam Khomeini di berbagai bidang Fiqh. Imam menulisnya dalamn bahasa Persi hingga menjadi Risâlah Amaliah yang dapat dimanfaatkan oleh semua yang ber-taqlidpadanya. Kitab ini telah diterbitkan beberapa kali, baik sebelum maupun sesudah revolusi.
  33-Manâsik al-Hajj
     Kitab ini memuat fatwa-fatwa Imam Khomeini seputar amalan dan manasik haji. Cetakan akhir kitab ini diterbitkan pada tahun 1991 M oleh  Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini. Kitab ini memiliki 272 halaman.
  34-Tahrir al-Wasilah (dua jilid)
     Kitab ini memuat fatwa-fatwa Imam Khomeini. Imam menulisnya dalam bahasa Arab selama Imam berada di pengasingannya yang pertama (Turki) antara tahun 1964 dan 1965. Kitab ini dicetak pertama kali dua jilid (1309 halaman) di Najaf al-Asyraf, kemudian beberapa kali dicetak ulang di Najaf, Beirut, dan Iran.
  35-Kitâb al-Bai` (lima jilid)
     Kitab ini merupakan karya berharga di bidang fiqh istidlâl dimana ia membahas berbagai bab yang berkenaan dengan jual-beli dan perdagangan. Imam menulisnya antara tahun 1380 dan 1396 HS (1961 dan 1976) di Najaf al-Asyraf. Dan untuk pertama kalinya juga dicetak di Najaf. Lima jilid kitab ini terdiri dari 2371 halaman.
  36-Taqrirât Durus al-Imâm Khomeini
     Di samping berbagai karya Imam Khomeini dalam bidang Fiqh dan Ushul, para muridnya menulis catatan-catatan pelajaran beliau. Sebagian catatan ini telah diterbitkan oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini dan sebagian yang lain menunggu giliran untuk diterbitkan.
  37-Al-Hukumah al-Islâmiyyah au Wilâyah al- Faqih
     Dicetak sebelum dan sesudah kemenangan revolusi beberapa kali dalam bahasa Arab dan bahasa Persia. Kitab ini memuat berbagai pendapat ijtihad Imam Khomeini dalam masalah prinsip pemerintahan Islam, dan kemustahilan terpisahnya antara agama dan politik dan Wilâyah al-Faqih pada zaman ghaibnya Imam Mahdi Ajf. Pada hakikatnya, kitab ini merupakan pelajaran yang disampaikan oleh Imam kepada murid-muridnya di Najaf al Asyraf tahun 1969 M.
     Untuk pertama kalinya kitab ini dicetak tahun 1993 oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini yang di dalamnya memuat pengantar, berbagai penjelasan dan daftar isi.
  38-Al-Jihâd al-Akbar (Jihâd an-Nafs)
     Risalah ini merupakan pelajaran-pelajaran Imam Khomeini seputar perlunya mendidik jiwa yang beliau sampaikan di Najaf al Asyraf. Meskipun risalah ini ditulis dengan singkat, namun ia memuat banyak berbagai persoalan akhlak, pendidikan dan politik. Sejak percetakan pertama kitab ini dicetak dalam bentuk lampiran atas kitab Wilâyah al-Faqih. Pada tahun 1993 edisi revisi kitab diterbitkan dengan memuat pengantar dan berbagai penjelasan oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini.
     40-Tafsir Surah al-Hamd
     Ini merupakan kitab tafsir ‘irfâni atas surah al-Fatihah. Pada hakikatnya, kitab ini berasal dari ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Imam Khomeini pada tahun 1980. Kitab ini telah dicetak ulang beberapa kali, dan judulnya tetap dipertahankan seperti semula.
  41-Istifta'ât
     Ini merupakan kumpulan fatwa Imam Khomeini sebagai jawaban atas berbagai pertanyaan syar`i kaum Muslim dalam bab-bab Fiqh yang beraneka macam, khususnya masalah-masalah kontemporer. Dan dua jilid  telah dicetak oleh Rabithah Mudarrisi Hauzah Ilmiah di Qum pada tahun 1987 dan 1993 M.
  42-Diwân Syi`r
     Imam Khomeini telah menyusun—sejak masa mudanya—berbagai qasidah syair irfan, politik, dan sosial. Namun sebagian besar darinya hilang saat ia berpindah dari rumah kontrakannya dan saat penggerebekan berulang kali yang dilakukan oleh Anggota Savak di rumahnya dan perpustakaan pribadinya. Dan sebagian lagi hilang karena sebab-sebab yang lain.  Imam mempunyai berbagai kasidah syair yang disusunnya pasca kemenangan revolusi, baik syair versi ghazalruba`i (empat baiat) atau dua bait. Qasidah-qasidah terakhir Imam dan sebagian qasidah lama yang tersisa telah dikumpulkan lalu diterbitkan dalam kitab tersendiri yang dinamakan "Diwan al-Imam". Dan sebelum penerbitan buku ini, qasidah-qasidah Imam telah diterbitkan dalam berbagai kitab tersendiri yang berjudul: "Thariqul `Isyq", "Mustauda`ul Asrar", dan "Nuqthatu `Athf" serta "Ka'sul Hubb".
Kitab Diwan terdiri dari 445 halaman dan telah dicetak secara istimewa pada tahun 1993 M oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini dan telah mengalami cetak ulang beberapa kali.
     Dan perlu disebutkan bahwa Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini juga menerbitkan kitab yang bersifat tahqiq atas syarah istilah-istilah ‘irfan yang digunakan oleh Imam dalam berbagai syairnya. Kitab ini berjudul "Mu`jam Diwan al-Imam".
  43-Ar-Rasâ'il al-`Irfâniyyah
     Imam Khomeini menulis beberapa risalah untuk keluarganya dan sanak saudaranya. Risalah ini memuat isyarat-isyarat akhlak, ‘irfân dan pendidikan. Kami menemukan beberapa contoh darinya dalam kitab-kitab berikut: "Mustauda`ul Asrar", "Thariqul `Isyq", dan "Nuqtatu `Atf" yang telah diterbitkan oleh Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini. Demikian juga kitab "at-Tajalliyat ar-Rahmaniyyah" yang telah dicetak oleh Muas-sasah Syuhada at Tsaurah al Islamiyyah.
  44-Al Bayanat, wal Ahadis, wal Liqa'at, wal Ahkam, war Rasa'il (22 jilid)
     Buku ini memuat aksi-aksi lengkap politik dan sosial Imam Khomeini. Di samping berbagai kitab yang telah ditulis oleh Imam Khomeini seperti "Kasyful Asrâr", "al-Hukumah al Islâmiyyah" dan "Al-Wasiyyah as-Siyâsah al-Ilahiyyah", Imam juga menyebutkan berbagai pendapat dan bimbingan politik, sosial dan agamanya melalui ratusan ceramah, pernyataan,  surat selama bertahun-tahun. Berbagai bimbingan ini telah diterbitkan dengan berbagai judul. "Shahifah an Nur" yang telah diterbitkan dan terdiri dari 22 jilid dianggap kitab yang paling komprehensif di bidang ini sampai sekarang. Sebab, di dalamnya diulang sebagian besar pernyataan Imam Khomeini sesuai dengan urutan waktunya. Dan tentu masih banyak peninggalan, surat, hukum, dan pernyataan yang tidak dicetak di buku ini. Dengan sendirinya ini dicetak dalam beberapa jilid yang lain.
     Sekarang pada arsip Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini terdapat 1126 khotbah dan lebih dari 470 keputusan (hukum) dan 367 surat yang ditujukan kepada berbagai tokoh politik dan agama di luar negeri dan 420 surat yang dialamatkan kepada tokoh-tokoh politik dan agama Iran dan lebih dari 350 pernyataan. Muas-sasah ini berusaha untuk merapikan dan menerbitkannya dengan berbagai penjelasan di sana-sini secara bertahap dalam bentuk kitab yang bernama "al-Kautsar".  Sekarang lima jilid telah diterbitkan oleh Muas-sasah dimana halamannya berjumlah 3200. Al-Kautsarmemuat ringkasan pernyataan-pernyataan Imam Khomeini sejak pertama sampai wafat dan ini terdiri dari dua jilid. Dan al-Kautsar yang menjelaskan berbagai peristiwa revolusi Islam sejak meletusnya sampai kemenangannya pada tanggal Pebruari tahun 1979 M terdiri dari 3 jilid. Begitu juga majalah "Hudhur" dalam edisi kelima dan keenamnya tahun 1992—dalam artikel yang ditulis berkenaan dengan pernyataan Imam—mengemukakan 230 judul dari berbagai peninggalan Imam Khomeini, dan berbagai perbuatan yang ditetapkan dalam kehidupan, jihad dan pemikirannya.
  45-Al-Wasiyyah as-Siyâsah al-Ilahiyyah
     Penjelasan-penjelasan Imam Khomeini yang paling banyak dikenang dan abadi— di dalamnya berisi pembicaraan Imam kepada generasi masa kini—Dan ini merupakan wasiat politik Ilahi beliau. Sebab, di dalamnya Imam mengemukakan—melalui penjelasan akidahnya yang benar—pendapat-pendapatnya dan bimbingan-bimbingannya yang terpenting berkaitan dengan masalah politik dan sosial di berbagai masyarakat Islam dan masyarakat manusia secara umum dalam ruang lingkup analis-analis yang tajam dan nasihat-nasihat yang penuh rasa sayang.
     Wasiat ini telah dicetak jutaan ekslempar oleh banyak penerbit dan yayasan-yasasan revolusioner serta para pendukung Imam. Dan juga telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Cetakan terbaru adalah cetakan Muas-sasah Tanzhim wa Nasyri Turats Imam Khomeini yang memuat--di samping teks wasiat secara lengkap dan fotocopy naskah aslinya—berbagai penjelasan seputar tanggal penulisan wasiat ini dan sebagian pemikirannya dan temanya dengan disertai daftar isi tema-temanya dengan judul "Dirâsah Maudhu`iyyah lil Washiyyah al-Ilahiyyah".

0 komentar: